![]() |
| Toru Hashimoto - "Jika Anda ingin mereka beristirahat dalam situasi demikian, sistem perempuan penghibur diperlukan. Setiap orang bisa memahami itu." |
Selasa, 14/05/2013 12:39
Bukan pertama kali Toru Hashimoto mengeluarkan pernyataan kontroversial. Seorang politisi Jepang yang berpengaruh menyebutkan sistem yang
memaksa perempuan penghibur pada masa Perang Dunia II diperlukan.
Wali Kota Osaka, Toru Hashimoto, mengatakan perempuan penghibur atau jugun ianfu memberi kesempatan istirahat bagi para tentara Jepang yang hidupnya berada dalam risiko.
"Dalam situasi ketika peluru berterbangan seperti hujan dan angin, tentara berlarian dengan risiko kehilangan nyawa mereka," tuturnya seperti dikutip media Jepang.
Wali Kota Osaka, Toru Hashimoto, mengatakan perempuan penghibur atau jugun ianfu memberi kesempatan istirahat bagi para tentara Jepang yang hidupnya berada dalam risiko.
"Dalam situasi ketika peluru berterbangan seperti hujan dan angin, tentara berlarian dengan risiko kehilangan nyawa mereka," tuturnya seperti dikutip media Jepang.









