Biadab! Perampok Sikat Harta & Perkosa Ibu Guru...

Kutai - Seorang ibu guru di Kutai Kartanegara, Kaltim dirampok dan diperkosa 5 pelaku di rumahnya. Saat Baca Lagi ...

Perkosa & Bunuh Bocah 3 Tahun, Pria India Dihukum...

New Delhi, - Seorang pria berusia 56 tahun divonis mati oleh pengadilan India karena memperkosa dan Baca Lagi ...

Check In Bareng Dua ABG, Ketua RT Ditemukan Tewas...

JAKARTA - Jajat Sudrajat (48), ditemukan tak bernyawa di Hotel Rio, Jl. Jatinegara Timur 2 No. 7, Baca Lagi ...

Inilah Pesaing Terberat Indonesia di ajang Pemilihan...

JAKARTA - Inilah Ji Dan Xu, 22, wanita cantik bermata rada sipit asal China yang disebut-sebut bakal jadi Baca Lagi ...

Lebih Dari 100 Makam Dirampok, Jasadnya Digunakan...

Porto-Novo - Lebih dari 100 makam di sebuah kompleks kuburan di Benin, Afrika Barat dibongkar dan dirampok Baca Lagi ...

Perompak Serang Tanker Kimia Jepang di Laut Merah

Jumat, 30 September 2011 | 07:49

TOKYO - Sebuah tanker kimia Jepang diserang roket oleh kapal yang diduga perompak di Laut Merah, tetapi semua awaknya selamat, kata Kementerian Perhubungan Jepang, Kamis (29/9/2011).

Kapal Ginga Bobcat dengan berat 16.222 ton itu ditembaki oleh kapal kecil setelah pengejaran 15 menit mulai sekitar pukul 15.30 waktu setempat (pukul 19.30 WIB) Rabu, kata kementerian itu.

Serangan granat roket menimbulkan lubang berdiameter 10 sentimeter di jembatan kapal terdaftar Panama itu, yang dioperasikan oleh Tokyo Marine Co, kata kementerian tersebut.

Tanker dengan awak dari Banglades itu melanjutkan perjalanan dengan aman, tambah kementerian itu. Kantor
berita Kyodo mengatakan, kapal itu membawa asam fosfat dari Maroko menuju India.

Sekitar 45 menit sebelum insiden itu, sebuah kapal bahan kimia lain yang dioperasikan oleh perusahaan yang sama diburu dan ditembaki oleh kapal kecil di kawasan perairan dekat Yaman, kata kementerian tersebut. Namun, serangan itu tidak mengenai kapal atau awaknya.

Kedua serangan itu diyakini dilakukan oleh perompak, kata seorang pejabat kementerian itu. Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.

Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, tetapi serangan masih terus berlangsung.

Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni 2008.

Angka tidak resmi menunjukkan, tahun 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan—termasuk 68 pembajakan yang berhasil—dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dollar AS.

Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dollar AS dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.

Patroli angkatan laut multinasional di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden yang ramai tampaknya hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi serangan mereka semakin jauh ke Lautan India.

Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, tetapi kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut Menteri Perikanan Puntland Ahmed Saed Ali Nur.

Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.

Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka.

Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarki sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut.


sumber : kompas

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar