Biadab! Perampok Sikat Harta & Perkosa Ibu Guru...

Kutai - Seorang ibu guru di Kutai Kartanegara, Kaltim dirampok dan diperkosa 5 pelaku di rumahnya. Saat Baca Lagi ...

Perkosa & Bunuh Bocah 3 Tahun, Pria India Dihukum...

New Delhi, - Seorang pria berusia 56 tahun divonis mati oleh pengadilan India karena memperkosa dan Baca Lagi ...

Check In Bareng Dua ABG, Ketua RT Ditemukan Tewas...

JAKARTA - Jajat Sudrajat (48), ditemukan tak bernyawa di Hotel Rio, Jl. Jatinegara Timur 2 No. 7, Baca Lagi ...

Inilah Pesaing Terberat Indonesia di ajang Pemilihan...

JAKARTA - Inilah Ji Dan Xu, 22, wanita cantik bermata rada sipit asal China yang disebut-sebut bakal jadi Baca Lagi ...

Lebih Dari 100 Makam Dirampok, Jasadnya Digunakan...

Porto-Novo - Lebih dari 100 makam di sebuah kompleks kuburan di Benin, Afrika Barat dibongkar dan dirampok Baca Lagi ...
Tampilkan postingan dengan label Saif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saif. Tampilkan semua postingan

Janjikan Uang 1 Juta Euro ke Pemandunya, Saif "Dikhianati"

Rabu, 23 November 2011 | 15:59

ZINTAN - Inilah orang yang paling berperan dalam penangkapan Saif al-Islam, putra mendiang Moammar Khadafy. Adalah Yusef Saleh al-Hotmani, pemandu Saif untuk melintasi Gurun Sahara, yang membuka jalan bagi para gerilyawan Zintan untuk menangkap Saif.

Menurut Hotmani, Saif menjanjikan uang 1 juta euro kepadanya agar memandunya dari Berqan, sebuah wilayah di Gurun Sahara, ke sebuah tempat di perbatasan Libya dengan Aljazair dan Niger. Saat itu Saif didampingi empat orang.

Dari situ, Saif akan dijemput lalu dibawa ke sebuah tempat di pengasingan "untuk kemudian pulang dan   mengklaim kembali negaranya", Hotmani menirukan para pengawal Saif.

Bukannya mengantar ke tujuan, melainkan Hotmani justru memandu mereka ke sebuah tempat di bukit pasir, tempat Brigade Zintan menunggu.

"Saya bersyukur kepada Allah yang menolong saya menaklukkan musuh ini," kata Hotmani yang mengenakan penutup kepala hitam dan bendera Libya tersampir di pundaknya.

"Saya ditawari uang jutaan, tetapi uang itu sebanyak itu tidak akan bisa membeli sebutir pun pasir kami atau setetes pun darah para martir kami," ucapnya.

Saif al-Islam ditangkap pada Sabtu (19/11/2011) pada sekitar pukul 01.30 dini hari oleh 14 orang anggota Brigade Zintan yang dipimpin Alajami al-Ateri. Kini, ia ditahan di sebuah lokasi rahasia di Zintan.

Awalnya Brigade Zintan menutupi identitas orang yang menyerahkan Saif demi keselamatannya. Hotmani bahkan mengaku sudah menerima ancaman pembunuhan dari kaum pro-Khadafy. Namun, Hotmani kini tidak begitu memedulikan keselamatannya.

Hotmani mengisyaratkan bahwa kronologi penangkapan Saif yang dikatakan para penangkapnya hanya sebagian kecil dari kisah yang sebenarnya. Menurut Brigade Zintan, setelah menerima tawaran uang untuk memandu Saif, Hotmani yang berlagak seperti pemandu berpengalaman mendekati beberapa orang di Zintan dan Tripoli.

Dikatakan oleh Hotmani, dia bergabung dengan gerilyawan lokal pada awal pergolakan di Libya. Pembicaraannya dengan orang-orang di sekitar Saif terjadi setelah dia didekati sejumlah orang untuk "bekerja

Inilah Pengakuan 'Bekas Isteri' Saif

Selasa, 22 November 2011 | 16:29

Saif al-Islam Khadafy saat menghadiri Viennese Opera Ball tahun 2006
Seorang perempuan Ukraina mengaku sebagai mantan istri Saif al-Islam Khadafy, putra pertama dari istri kedua Kolonel Moammar Khadafy, yang telah ditangkap. Perempuan itu muncul dengan kisah luar biasa yang menyatakan bahwa Saif suka melakukan kekerasan dalam rumah tangga, serta doyan perempuan dan narkoba.

Nadia, nama perempuan bermata biru dan berambut coklat itu, menyatakan bertemu Saif ketika bekerja sebagai penari telanjang di sebuah klub malam papan atas di Moskwa, Rusia. Tak disebutkan kapan pertemuan itu terjadi. Nadia mengaku, selama ini ia bersembunyi karena takut terhadap bahaya yang mengancam nyawanya.

Nadia menyatakan, saat siap menikah dengan Saif, ia terbang ke Paris untuk melakukan operasi guna "mengembalikan keperawanannya". "Dokter membuktikan keperawanan saya di hadapan bibi Saif, lalu saya memeluk agama Islam," tambahnya. "Saya mencoba untuk memiliki keluarga yang normal, tetapi Saif ingin hidup sebagai seorang laki-laki dengan sejumlah kekasih dan berpesta pora," kata Nadia dalam sebuah