Biadab! Perampok Sikat Harta & Perkosa Ibu Guru...

Kutai - Seorang ibu guru di Kutai Kartanegara, Kaltim dirampok dan diperkosa 5 pelaku di rumahnya. Saat Baca Lagi ...

Perkosa & Bunuh Bocah 3 Tahun, Pria India Dihukum...

New Delhi, - Seorang pria berusia 56 tahun divonis mati oleh pengadilan India karena memperkosa dan Baca Lagi ...

Check In Bareng Dua ABG, Ketua RT Ditemukan Tewas...

JAKARTA - Jajat Sudrajat (48), ditemukan tak bernyawa di Hotel Rio, Jl. Jatinegara Timur 2 No. 7, Baca Lagi ...

Inilah Pesaing Terberat Indonesia di ajang Pemilihan...

JAKARTA - Inilah Ji Dan Xu, 22, wanita cantik bermata rada sipit asal China yang disebut-sebut bakal jadi Baca Lagi ...

Lebih Dari 100 Makam Dirampok, Jasadnya Digunakan...

Porto-Novo - Lebih dari 100 makam di sebuah kompleks kuburan di Benin, Afrika Barat dibongkar dan dirampok Baca Lagi ...

Sabtu, 83 Lagi Warga Suriah Tewas

Minggu, 10 Juni 2012 15:39

Pasukan keamanan Suriah memeriksa lokasi ledakan yang target sebenarnya adalah sebuah bus militer di dekat Qudssaya, di dekat Damaskus, Suriah, Jumat (8/6). Setidaknya tujuh orang tewas, empat di antaranya anggota pasukan keamanan Suriah, dalam sejumlah ledakan yang terjadi di dekat Damaskus serta kota barat laut Suriah, Idlib, pada hari itu.
BEIRUT - Pasukan pro-rezim Suriah membunuh 83 warga sipil di seluruh negara itu, Sabtu, termasuk perempuan dan anak-anak di antara 20 orang yang tewas di Kota Daraa. Demikian disampaikan sebuah kelompok pengawas.

Sembilan perempuan dan tiga anak, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, termasuk di antara mereka yang tewas dalam pengeboman sebelum fajar di lingkungan perumahan kota Daraa di selatan negara itu.

Puluhan orang lainnya terluka. Menurut pengawas itu, beberapa dari mereka dalam kondisi serius, di kota
tempat pemberontakan rakyat Suriah terjadi terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad bermula.

Menurut observatorium yang berpusat di Inggris tersebut, 29 orang tewas di pusat Kota Homs yang bergolak, dalam pengeboman yang dilakukan oleh pasukan pemerintah.

Sabtu, Rusia mendorong gagasan untuk mengadakan sebuah konferensi internasional, termasuk Iran, untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. Namun, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menekankan bahwa Moskwa "tidak akan menggunakan sanksi kekuatan (militer) di Dewan Keamanan PBB."


sumber : kompas

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar