Biadab! Perampok Sikat Harta & Perkosa Ibu Guru...

Kutai - Seorang ibu guru di Kutai Kartanegara, Kaltim dirampok dan diperkosa 5 pelaku di rumahnya. Saat Baca Lagi ...

Perkosa & Bunuh Bocah 3 Tahun, Pria India Dihukum...

New Delhi, - Seorang pria berusia 56 tahun divonis mati oleh pengadilan India karena memperkosa dan Baca Lagi ...

Check In Bareng Dua ABG, Ketua RT Ditemukan Tewas...

JAKARTA - Jajat Sudrajat (48), ditemukan tak bernyawa di Hotel Rio, Jl. Jatinegara Timur 2 No. 7, Baca Lagi ...

Inilah Pesaing Terberat Indonesia di ajang Pemilihan...

JAKARTA - Inilah Ji Dan Xu, 22, wanita cantik bermata rada sipit asal China yang disebut-sebut bakal jadi Baca Lagi ...

Lebih Dari 100 Makam Dirampok, Jasadnya Digunakan...

Porto-Novo - Lebih dari 100 makam di sebuah kompleks kuburan di Benin, Afrika Barat dibongkar dan dirampok Baca Lagi ...
Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan

AS Siap dengan Rencana Serangan ke Iran

Jumat, 18 Mei 2012 | 14:49

Lokasi fasilitas pengayaan nuklir Iran yang dimasalahkan negara-negara Barat
JERUSALEM - Amerika Serikat telah "siap" dengan opsi militer jika upaya diplomatik gagal untuk menghentikan program nuklir Iran, utusan AS untuk Israel mengatakan, sebuah surat kabar Israel melaporkan, Kamis (17/5/2012).

"Akan lebih baik untuk menyelesaikan ini secara diplomatik melalui penggunaan tekanan daripada dengan kekuatan militer," kata utusan AS, Daniel Saphiro, dalam pertemuan dengan asosiasi pengacara Israel, seperti dikutip surat kabar nasionalis Makor Rishon.

"Tapi bukan berarti pilihan (aksi militer) tidak ada. Bukan hanya tersedia, tapi juga siap. Perencanaan yang diperlukan sudah dilakukan untuk memastikan (rencana) itu siap," Makor Rishon mengutip Saphiro.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS di Washington, Victoria Nuland, mengatakan, ucapan Saphiro

Iran Ganggu Dua Kapal Perang AS di Teluk

Sabtu, 14 Januari 2012 | 15:49

Kapal angkut amfibi USS New Orleans ketika berlayar di Samudra Pasifik pada Juni 2010.
WASHINGTON - Kapal-kapal cepat Angkatan Laut Iran mengganggu kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat dalam dua insiden di Selat Hormuz, kata seorang pejabat senior pertahanan AS. Ia mengonfirmasikan laporan stasiun televisi CNN.

Insiden pertama terjadi saat USS New Orleans, kapal angkut amfibi, sedang berlayar melewati Selat Hormuz menuju Teluk Persia, minggu lalu. Tiga kapal cepat Angkatan Laut Iran mendekat dalam jarak 500 yard ke kapal AS itu, kata pejabat AS yang dikutip CNN.

Insiden kedua melibatkan sebuah kapal Penjaga Pantai AS di lepas pantai Kuwait, yang juga didekati satu kapal cepat Iran. Para pelaut di kapal Penjaga Pantai USCGC Adak melaporkan, mereka melihat orang-orang Iran di kapal cepat itu mengacungkan senapan-senapan serbu AK-47 dan satu senapan mesin berat, kata CNN. "Saya dapat mengonfirmasikan ada beberapa gangguan," kata seorang pejabat senior

Ilmuwan Terbunuh, Hillary Meminta Iran Untuk "Mengakhiri Perilaku Provokatif,

Kamis, 12 Januari 2012 | 14:29

Mobil ilmuwan nuklir Iran, Mostafa Ahmadi Roshan, yang tewas dalam ledakan bom, Rabu (11/1/2012)
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, Rabu (11/1/2012), membantah AS terlibat dalam pembunuhan staf nuklir Iran. AS justru mendesak Teheran untuk mengakhiri perilaku provokatif termasuk ancaman untuk menutup Selat Hormuz.

"Saya dengan tegas membantah Amerika Serikat terlibat dalam segala bentuk kekerasan yang terjadi di Iran," kata Hillary dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri bersama dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim ath-Thani, yang sedang berkunjung.

Pernyataan Hillary itu dikeluarkan setelah serangan bom yang menewaskan staf nuklir Iran dan sopirnya di bagian utara Teheran, Rabu. Laporan setempat mengatakan, penumpang yang terbunuh diidentifikasi bernama

Iran Pamerkan Pesawat Mata-mata AS

Jumat, 9 Desember 2011 | 15:09

Pesawat mata-mata RQ-170 Sentinel dipamerkan oleh militer Iran
TEHERAN -  Iran dengan bangga membuktikan bahwa mereka memiliki satu pesawat mata-mata tanpa awak, RQ-170 Sentinel, milik Amerika Serikat.

Televisi Iran, Press TV, menayangkan sebuah video berdurasi dua menit yang menunjukkan sejumlah pejabat militer memeriksa pesawat yang sangat dirahasiakan itu, Kamis (8/12/2011). Pesawat sangat canggih itu terlihat utuh. Pesawat itu dipamerkan di bawah bendera Iran.

Pihak AS mengakui mereka kehilangan satu pesawat tak berawak itu dan mengatakan pesawat itu tidak berfungsi dan hilang kendali. RQ-170 Sentinel memiliki rentang sayap 27,43 meter dan tinggi (dengan roda) 1,82 meter.

Namun, Iran mengatakan, militernya berhasil membajak pesawat itu secara elektronik ketika pesawat itu terbang di atas kota Kashmar. Tim dari "unit perang elektronik" itu kemudian mengendalikannya hingga