Senin, 24 Oktober 2011 03:59
Khadafi Kais Makanan dari Rumah Kosong untuk Bertahan
MISRATA - Setelah menjalani 42 tahun hidup sebagai diktator di Libya, Kolonel Moammar Khadafi
menjalani hari-hari terakhir hidupnya dengan sengsara.
menjalani hari-hari terakhir hidupnya dengan sengsara.Bersembunyi di kota kelahirannya, Sirte, pria 69 tahun itu hidup dengan beras dan pasta yang dikais para pengawalnya dari rumah-rumah yang sudah ditinggalkan penghuninya. Ke rumah-rumah itu pula Khadafi bersembunyi secara berganti-ganti.
Begitulah pengakuan seorang pejabat keamanan senior Khadafi yang tertangkap kepada New York Times, Sabtu (22/10/2011). Pejabat itu adalah Mansour Dhao Ibrahim, komandan unit Pengawal Rakyat. Unit yang amat ditakuti ini merupakan jaringan relawan dan informan yang setia pada Khadafi.
Menurut Ibrahim, ketika hidup dalam kepungan musuh-musuhnya dan harus selalu berpindah, Khadafi mulai tidak sabar. “Dia suka bilang, ‘Kenapa tak ada air, kenapa tak ada listrik,” kata Ibrahim.
Ibrahim yang selalu berada di dekat Khadafi selama dalam pengepungan mengatakan, ia dan pengawal lain kerap menyarankan kepada Khadafi untuk menyerahkan kekuasaan dan meninggalkan Libya. Namun







